Saya ucapkan selamat datang di blog saya yang kedua! Kalau blog utama untuk mengupas tuntas semua yang berbau otomotif, maka blog ini adalah blog satelit yang mengupas tuntaz tentang segala macam hiburan. Segmen yang pertama adalah “Start Your DVD” yang berupa review-review film, sebagai pertama adalah 3 Idiots, Film dari India yang begitu fenomenal karena menginspirasi semua orang.

KONDISI SEBELUM MEMBUKA SEGEL

Tempat duduknya kereeen....

Jujur saya akui, sampulnya membuat saya tercengang, bukan karena pesona film ini namun karena tempat duduknya unik sekali. Motif bokong dan membelakangi ini bikin saya geleng-geleng kepala, “Tim kreatifnya aneh banget, tapi ada yang jual kursi kayak gitu ga ya” Dalam hati saya. Seperti biasa memang bajakan (heheh… malu beli bajakan), wallpapernya berupa coret-coretan rumus dan gambar iseng warna coklat. Sangat disayangkan datanya sedikit jadi belum tentu orang mau beli bila tidak ditunjang gosip yang beredar tentang film ini. Tidak usah mengomentari belakangnya karena terdapat plot aneh yang ane tidak mengerti, so… lewatkan saja.

Judul          : 3 Idiots

Sutradara : Rajkumar Hirani

Genre          : Comedy

Pemain       : Aamir Khan, R Madhavan, Sharman Joshi, Kareena Kapoor, Boman Irani

SETEL BUNG …

sosok sampul lainnya dari 3 idiots

Film ini dimulai denga alur maju tapi sekitar seperempat jam kemudian kilas balik dimulai. Saat kuliah adalah bagian awal dari kilas balik, yang diceritakan oleh Farhan. Ceritanya diawali dari tiga orang sahabat yaitu Rancho (Khan), Raju (Joshi) dan Farhan (Madhavan) yang kuliah bersama di universitas Imperial College of Engineering, salah satu yang terbaik di India. Mereka bertiga terdaftar di sana untuk bidang studi teknik. Awal cerita adalah peristiwa tanggal ‘5 September’. Chatur RamalingamItu menempatkan taruhan dengan Rancho pada siapa yang akan berhasil dalam hidup dalam waktu sepuluh tahun.  Setelah 10 tahun berlalu, Chatur mengajak Raju dan Farhan menemui Rancho, untuk melihat siapa yang paling berhasil dalam hidup. Ketika mereka melakukan perjalanan untuk menemukan Rancho, yang telah hilang, mereka mengalami banyak peristiwa. Salah satu adegan dari cerita ini adalah saat mengetahui identitas Rancho yang sebenarnya.

budaya bonceng berlebihan yang dihalalkan di film ini wkwkwk....

Disini Rancho digambarkan sebagai seseorang dengan takdir yang berbeda,  semuanya dapat diatasi dengan akalnya sehingga banyak orang menyukainya namun dia juga mempunyai musuh, termasuk Rektornya Viru Sahasrabuddhe alias ViruS. Farhan sebenarnya diceritakan sebagai narator dalam kisah ini, dia mempunyai sifat yang cukup rileks walau tak seekstrim Rancho. Sedangkan Raju adalah seorang agamis dari keluarga kurang mampu, tipikalnya selalu serius namun ia juga seseorang yang nekat. Chatur sang antagonis diceritakan sebagai pesaing Rancho, dia adalah seseorang yang memandang tinggi prestasi daripada ilmu, yah anak “culun” yang sirik kalo ada yang bisa mengunggulinya. Sang Virus juga Antagonis namun akhirnya mengakui kehebatan Rancho, tipikal “Rektor Killer” yang anti kritik dan suka menebar ancaman, membuat yang terancam akan bunuh diri. Terakhir adalah Pia, keturunan Virus yang sedikit punya sifat anti kritik, namun dengan beberapa saran Rancho membuat hatinya terbuka.

Pelantikan dengan cara ditatar ternyata juga ada di India

Perpindahan kamera alias Camera movement agak kasar membuat kita harus fokus lebih baik, agak tidak rileks. Pemilihan angle bisa dikatakan baik. Tata artistik disini cukup berperan penting karena menonjolkan budaya. Alur cerita bolak balik menurut saya agak ruwet karena flashbacknya malah dipilah-pilah, lebih baik dijadikan satu agar tak memusingkan serta durasi film yang terlama yang pernah saya tonton, seharusnya bisa diperpendek. Grafis komputer yang paling terlihat adalah saat menerbangkan pesawat raksasa di saat-saat terakhir, sayang landscapenya yang tidak halus. Banyak premis yang dapat ditarik dari sini yaitu :

  • Banyaknya siswa yang bunuh diri karena tekanan pendidikan terhadap sistem pendidikan yang terlalu kaku. Di mana orang yang memiliki visioner ke depan kurang dihargai sementara kutu orang yang menghafal buku teks dihargai.
  • “All Izz Well”, kata favorit Rancho, memunyai makna bahwa kita harus fokus pada masa sekarang dan hidup itu seperti apa adanya, tidak mencemaskan masa depan. Tapi berusaha yang terbaik untuk saat ini dan sekarang.
  • Tidak penting menjadi rangking atau peringkat 1, yang lebih penting adalah bisa menggunakan ilmu yang kita peroleh.

Sekian reviewnya, jelas lebih asyik jika menonton daripada lihat review

SELAMAT MENONTON….